Minggu, 06 Februari 2011

TEHNIK BUDIDAYA TOMAT


                                                         BUDIDAYA TOMAT

 PENGANTAR :

NEK WINGI,WIS ONO TEHNIK BUDIDAYA LOMBOK DALAM POT, TERONG ,SAIKI GANTIAN TOMATE..BENE GENEP OLEHE NYAMBEL SAK KULUPE..IYO TO....?????





 TOMAT 

Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani
PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.
  1. FASE PRA TANAM
  2. Tomat dapat ditana
  3. Syarat Tumbuh
  4. m di dataran  rendah/dataran tinggi
  5. Tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 – 6
  6. Curah hujan 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian.
  7. Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak, tetapi juga akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman
  1.  Pola Tanam
  2. Tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi, sorghum, kubis dan kacang-kacangan
  3. Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan keadaan yang kurang disukai oleh organisme jasad pengganggu
  4. Penyiapan Lahan
  5. Pilih lahan gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang .
  6. Untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama dua minggu
  7. Bila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam
  8. Buatlah bedengan selebar 120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal
  9. Buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air.
  10. Berikan pupuk dasar 4 kg Urea /ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCl per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah
  11. Atau jika pakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan.
Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dosis 1-2 botol/1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika diganti SUPER NASA (dosis ± 1-2 botol/1000 m2 ) dengan cara :
  1. alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  2.  alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan
  3.  Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang (+ 1 minggu) merata di atas bedengan pada sore hari
  4. Jika pakai Mulsa plastik, tutup bedengan pada siang hari
  5. Biarkan selama 5-7 hari sebelum tanam
  6. Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan, diameter 7-8 cm sedalam 15 cm
  7. Pemilihan Bibit
  8. Pilih varietas tahan dan jenis Hybryda ( F1 Hybryd )
  9.  Bibit berdaun 5-6 helai daun (25-30 HSS=hari setelah semai) pindahkan ke lapangan
  10. Untuk mengurangi stress awal pertumbuhan perlu disiram dulu pada sore sehari sebelum tanam atau pagi harinya (agar lembab)

  1. FASE PERSEMAIAN (0-30 HSS)
  2. Siapkan media tanam yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang 25 - 30 kg + Natural GLIO (1:1)
  3. Masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa
  4. Sebarlah benih secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag
  5. Setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar dan sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yang berisi campuran media tanam
  6. Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah)
  7.  Penyemprotan POC NASA pada umur 10 dan 17 hari dengan dosis 2 tutup/tangki

  1. FASE TANAM ( 0-15 HST=Hari Setelah Tanam)
  2. Bedengan sehari sebelumnya diairi ( dilep ) dahulu
  3. Bibit siap tanam umur 3 - 4 minggu, berdaun 5-6
  4. Penanaman sore hari
  5. Buka polibag plastic
  6. Benamkan bibit secara dangkal pada batas pangkal batang dan ditimbun dengan tanah di sekitarny Selesai penanaman langsung disiram dengan POC NASA dengan dosis 2-3 tutup per + 15 liter air
  7. Sulam tanaman yang mati sampai berumur 2 minggu, caranya tanaman yang telah mati, rusak, layu atau pertumbuhannya tidak normal dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru, dibersihkan dan diberi Natural GLIO lalu bibit ditanam
  8. Pengairan dilakukan tiap hari sampai tomat tumbuh normal (Jawa : lilir), hati-hati jangan sampai berlebihan karena tanaman bisa tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit
  9. Amati hama seperti ulat tanah dan ulat grayak. Jika ada serangan semprot dengan Natural VITURA
  10. Amati penyakit seperti penyakit layu Fusarium atau bakteri dan busuk daun , kendalikan dengan menyemprot Natural GLIO dicampur gula pasir perbandingan 1:1. Untuk penyakit Virus, kendalikan vektornya seperti Thrips, kutu kebul (Bemissia tabaci), banci ( Aphis sp.), Kutu persik (Myzus sp.) dan tungau (Tetranichus sp.) dengan menyemprot Natural BVR atau Pestona secara bergantian
  11. Pasang ajir sedini mungkin supaya akar tidak rusak tertusuk ajir dengan jarak 10-20 cm dari batang tomat

  1. FASE VEGETATIF ( 15-30 HST)
  2. Jika tanpa mulsa, penyiangan dan pembubunan pada umur 28 HST bersamaan penggemburan dan pemberian pupuk susulan diikuti pengguludan tanaman
  3. Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu semenjak tanam, diberi pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman (1-2 gram), berikan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian ditutup tanah dan siram dengan air
  4. Pemupukan kedua dilakukan umur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl (± 5 gr), berikan di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan sedalam ± 1 cm kemudian ditutup tanah dan siram dengan air.
  5. Bila umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk Urea dan KCl lagi (7 gram). Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh ( ± 7 cm).
  6. Jika pakai Mulsa tidak perlu penyiangan dan pembubunan serta pupuk susulan diberikan dengan cara dikocorkan
  7.  Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari
  8. Amati hama dan penyakit seperti ulat, kutu-kutuan, penyakit layu dan virus, jika terjadi serangan kendalikan seperti pada fase tanam
  9. Semprotkan POC NASA (4-5 tutup) per tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) setiap 7 hari sekali.
  10. Tanaman yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir dan setiap bertambah tinggi + 20 cm harus diikat lagi agar batang tomat berdiri tegak.
  11. Pengikatan jangan terlalu erat dengan model angka 8, sehingga tidak terjadi gesekan antara batang dengan ajir yang dapat menimbulkan luka.
  1. FASE GENERATIF (30 - 80 HST)
  2. Pengelolaan Tanaman
  3. Jika tanpa mulsa penyiangan dan pembubunan kedua dilakukan umur 45-50 hari
  4. Untuk merangsang pembungaan pada umur 32 HST lakukan perempelan tunas-tunas tidak produktif setiap 5-7 hari sekali, sehingga tinggal 1-3 cabang utama / tanaman
  5. Perempelan sebaiknya pagi hari agar luka bekas rempelan cepat kering dengan cara; ujung tunas dipegang dengan tangan bersih lalu digerakkan ke kanan-kiri sampai tunas putus. Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting, sedangkan tanaman yang tingginya terbatas perempelan harus hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel sehingga tanaman tidak terlalu pendek
  6. Ketinggian tanaman dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah mencapai 5-7 buah
  7. Semprotkan POC NASA dan HORMONIK setiap 7-10 hari sekali dengan dosis 3-4 tutup POC NASA dan 1-2 tutup HORMONIK/tangki. - Agar tidak mudah hilang oleh air hujan dan merata tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis 5 ml ( 1/2 tutup)/tangki.
  8. Pengamatan Hama dan Penyakit
  9. Ulat buah (Helicoperva armigera dan Heliothis sp.). Gejala buah berlubang dan kotoran menumpuk dalam buah yang terserang. Lakukan pengumpulan dan pemusnahan buah tomat terserang, semprot dengan PESTONA
  10. Lalat buah (Brachtocera atau Dacus sp.).Gejala buah busuk karena terserang jamur dan bila buah dibelah akan kelihatan larva berwarna putih.
  11. Bersifat agravator, yaitu sebagai vektornya penyakit jamur, bakteri dan Drosophilla sp. Kumpulkan dan bakar buah terserang, gunakan perangkap lalat buah jantan (dapat dicampur insektisida)
  12. Busuk daun (Phytopthora infestans), bercak daun dan buah (Alternaria solani) serta busuk buah antraknose (Colletotrichum coccodes). Jika ada serangan semprot dengan Natural GLIO
  13. Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami (PESTONA, GLIO, VITURA) belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
  14. Busuk ujung buah. Ujung buah tampak lingkaran hitam dan busuk. Ini gejala kekurangan Ca ( Calsium). Berikan Dolomit.
  1. FASE PANEN & PASCA PANEN (80 - 130 HST)
  2.  Panen pada umur 90-100 HST dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. Masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh
  3. Interval pemetikan 2-3 hari sekali.
  4. Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang
  5. Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting
  6. Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan
  7. Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi
  8.  
YUSUF M.top
PENULIS : Adalah ketua kelompok tani peksi kutilang,pemerhati lingkungan & orang pingiran

    Sabtu, 05 Februari 2011

    MANFAATKAN PEKARANGAN DG BERTANAM TERONG YUK...!!!!


    PENDAHULUAN
    Prospek budidaya tanaman terong makin baik untuk dikelola secara intensif dan komersial dalam skala agribisnis, namun hasil rata-ratanya masih rendah. Hal ini disebabkan bentuk kultur budidaya yang masih sampingan, belum memadainya informasi teknik budidaya di tingkat petani.
    PT. Natural Nusantara berusaha memberi alternatife solusi bagaimana teknik budidaya terong sehingga tercapai peningkatan produksi secara K-3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

    SYARAT TUMBUH
    - Dapat tumbuh di dataran rendah tinggi
    - Suhu udara 22 - 30o C
    - Jenis tanah yang paling baik, jenis lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase baik dan pH antara 6,8-7,3
    - Sinar matahari harus cukup
    - Cocok ditanam musim kemarau

    PEMBIBITAN
    - Rendamlah benih dalam air hangat kuku + POC NASA dosis 2 cc per liter selama 10 -15 menit
    - Bungkuslah benih dalam gulungan kain basah untuk diperam selama + 24 jam hingga nampak mulai berkecambah
    - Sebarkan benih di atas bedengan persemaian menurut barisan, jarak antar barisan 10-15 cm
    - Campurkan 1 pak Natural GLIO + 25-30 kg pupuk kandang halus diamkan seminggu, kemudian masukkan benih satu persatu ke polibag yang telah berisi campuran tanah dan pupuk kandang halus yang telah dicampur Natural GLIO tadi dengan perbandingan 2 : 1
    - Tutup benih tersebut dengan tanah tipis
    - Permukaan bedengan yang telah disemai benih ditutup dengan daun pisang
    - Setelah benih tampak berkecambah muncul, buka penutupnya
    - Siram persemaian pagi dan sore hari
    - Semprot POC NASA dosis 2-3 tutup per tangki setiap 7-10 hari sekali
    - Perhatikan serangan hama dan penyakit sejak di pembibitan
    - Bibit berumur 1-1,5 bulan atau berdaun empat helai siap dipindahtanamkan

    PENGOLAHAN LAHAN
    - Bersihkan rumput liar (gulma) dari sekitar kebun
    - Olah tanah dengan cangkul ataupun bajak sedalam 30-40 cm hingga gembur
    - Buat bedengan selebar 100-120 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm, ratakan permukaan bedengan
    - Jika pH tanah rendah, tambahkan Dolomit
    - Sebarkan pupuk kandang 15-20 ton / ha, campurkan merata dengan tanah. Akan lebih optimal jika ditambah SUPERNASA atau jika tidak ada pupuk kandang dapat diganti SUPERNASA 10-20 botol / ha dengan cara :
    Alternatif 1 : satu botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 lt air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk untuk menyiram bedengan
    Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 liter air diberi 1 sendok peres makan SUPERNASA untuk menyiram + 10 m bedengan

    - Sebarkan pupuk dasar dengan campuran ZA atau Urea 150 kg + TSP 250 kg per ha dicampur dengan tanah secara merata atau sekitar 10 gr campuran pupuk per lubang tanam
    - Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang 25-50 kg merata ke bedengan atau ke lubang tanam
    - Jika pakai Mulsa plastic, tutup bedengan pada siang hari
    - Biarkan selama seminggu sebelum tanam
    - Buat lubang tanam dengan jarak 60x70 cm / 70x70 cm

    PENANAMAN
    - Waktu tanam yang baik musim kering
    - Pilih bibit yang tumbuh subur dan normal
    - Tanam bibit di lubang tanam secara tegak lalu tanah di sekitar batang dipadatkan
    - Siram lubang tanam yang telah ditanami hingga cukup basah (lembab)

    PENGAIRAN
    Dilakukan rutin tiap hari, terutama pada fase awal pertumbuhan dan cuaca kering, dapat di-leb atau disiram dengan gembor

    PENYULAMAN
    -  har
    Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit
    - Penyulaman maksimal umur 15
    i

    PEMASANGAN AJIR (TURUS)
    - Lakukan seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran
    - Turus terbuat dari bilah bambu setinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm
    - Tancapkan secara individu dekat batang
    - Ikat batang atau cabang terong pada turus

    PENYIANGAN
    - Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiangi atau dicabut
    - Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan 60-75 hari setelah tanam

    PEMUPUKAN
    Jenis dan Dosis Pupuk Makro disesuaikan dengan jenis tanah, varietas dan kondisi daerah menurut acuan dinas pertanian setempat. Berikut salah satu alternatif :
    Jenis Pupuk
    Pemupukan Susulan (kg/ha)
    Umur 15 hari
    Umur 25 hari
    Umur 35 hari
    Umur 45 hari
    Urea
    75
    75
    75
    75
    SP-36
    50
    -
    -
    -
    KCl
    -
    75
    100
    75

    Pemupukan diletakan sejauh 20 cm dari batang tanaman sebanyak 10 gram campuran pupuk per tanaman secara tugal atau larikan ditutup tanah dan disiram atau pupuk dikocorkan sebanyak 3,5 gram per liter air, kocorkan larutan pupuk sebanyak 250 cc per tanaman
    Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 1-2 minggu sekali

    PEMANGKASAN ( PEREMPELAN )
    Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh

    PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT

    H A M A
    1. Kumbang Daun (Epilachna spp.)
    Gejala serangan adanya bekas gigitan pada permukaan daun sebelah bawah
    Bila serangan berat dapat merusak semua jaringan daun dan tinggal tulang-tulang daun saja
    Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan kumbang, atur waktu tanam, pencegahan dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali.

    2. Kutu Daun (Aphis spp.)
    Menyerang dengan cara mengisap cairan sel, terutama pada bagian pucuk atau daun-daun masih muda
    Daun tidak normal, keriput atau keriting atau menggulung
    Sebagai vektor atau perantara virus
    Cara pengendalian; mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, pencegahan semprot PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR setiap 1-2 minggu sekali.

    3.Tungau ( Tetranynichus spp.)
    Serangan hebat musim kemarau.
    Menyerang dengan cara mengisap cairan sel tanaman, sehingga menimbulkan gejala bintik-bintik merah sampai kecoklat-coklatan atau hitam pada permukaan daun sebelah atas ataupun bawah.
    Cara pengendalian sama seperti pada pengen dalian kutu daun.

    4. Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn.)
    Bersifat polifag, aktif senja atau malam hari
    Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, sehingga terkulai dan roboh
    Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan ulat, pencegahan siram atau semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810.

    5.Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.)
    Bersifat polifag.
    Menyerang dengan cara merusak (memakan) daun hingga berlubang-lubang.
    Cara pengendalian; mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, semprot dengan Natural VITURA.

    6.Ulat Buah ( Helicoverpa armigera Hubn.)
    Bersifat polifag, menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga bentuk buah tidak normal, dan mudah terserang penyakit busuk buah.
    Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan buah terserang, lakukan pergiliran tanaman dan waktu tanam sanitasi kebun, pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali

    PENYAKIT
    1. Layu Bakteri
    Penyebab : bakteri Pseudomonas solanacearum
    Bisa hidup lama dalam tanah
    Serangan hebat pada temperatur cukup tinggi
    Gejala serangan terjadi kelayuan seluruh tanaman secara mendadak

    2. Busuk Buah
    Penyebab : jamur Phytophthora sp., Phomopsis vexans, Phytium sp.
    Gejala serangan adanya bercak-bercak coklat kebasahan pada buah sehingga buah busuk.

    3. Bercak Daun
    Penyebab : jamur Cercospora sp, Alternaria solani, Botrytis cinerea
    Gejala bercak-bercak kelabu-kecoklatan atau hitam pada daun.

    4. Antraknose
    Penyebab : jamur Gloesporium melongena
    Gejala bercak-bercak melekuk dan bulat pada buah lalu membesar berwarna coklat dengan titik-titik hitam

    5.Busuk Leher akar
    Penyebab ; Sclerotium rolfsii
    Gejala pangkal batang membusuk berwarna coklat

    6.Rebah Semai
    Penyebab : Jamur Rhizoctonia solani dan Pythium spp.
    Gejala batang bibit muda kebasah-basahan, mengkerut dan akhirnya roboh dan mati
    Cara pengendalian Penyakit:
    Tanam varietas tahan, atur jarak tanam dan pergiliran tanaman, perbaikan drainase, atur kelembaban dengan jarak tanam agak lebar, cabut dan buang tanaman sakit Rendam benih dengan POC NASA dosis 2 cc / lt + Natural GLIO dosis 1 gr/lt, Pencegahan sebarkan Natural GLIO yang telah dicampur pupuk kandang sebelum tanam ke lubang tanam.

    Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki

    PEMANENAN
    - Buah pertama dapat dipetik setelah umur 3-4 bulan tergantung dari jenis varietas
    - Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda.
    - Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari.
    - Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam.
    - Pemetikan buah berikutnya dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap dipetik.


    YUSUF M.top
    Penulis adalah pemerhati tani dan orang pinggiran

    Jumat, 04 Februari 2011

    MENANAM CABE DALAM POT


     BERTANAM CABE DALAM POT  ADALAH SOLUSI PEMENUHAN GIZI KELUARGA DENGAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN YANG SEMPIT UNTUK MENGATASI MAHALNXA HARGA CABE YANG TERUS MELAMBUNG BERMANFAAT JUGA SEBAGAI  HIASAN HIDUP YANG SANGAT ARTISTIK     

      Bertanam cabe dalam pot:
    Bertanam cabe tidak harus mempunyai lahan yang luas, ada cara lain yang lebih efektif dapat ditempuh dengan memanfaatkan pot, polybag, atau dapat pula digunakan dari berbagai barang-barang bekas yang ada di sekitar kita seperti ; ember plastik, drum bekas, kaleng cat, dll.

    Pada awalnya bertanam cabe dalam pot dilakukan sebagai upaya mengatasi keterbatasan lahan yang tersedia. Dalam perkembangannya, bercocok tanam cabe dalam wadah memiliki nilai artistik tersendiri sehingga selain bisa menikmati buahnya, keindahan pohon, dan warna-warni buahnya juga bisa dinikmati. Tidak mengherankan jika sekarang bercocok tanam cabe dalam wadah semakin banyak digemari orang dan telah menjadi hobi masyarakat perkotaan.

    Salah satu keuntungan bertanam cabe menggunakan wadah adalah resiko kegagalan dapat diperkecil. Pasalnya, faktor lingkungan yang menjadi syarat tumbuh dapat dengan mudah direkayasa sesuai dengan kebutuhan.


    A. Syarat-syarat tumbuh

    Untuk dapat tumbuh dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan potensi produksinya, tanaman cabe memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai. Banyak faktor lingkungan yang menentukan pertumbuhan cabe. Tetapi secara umum, terdapat empat faktor lingkungan utama yang sangat menentukan , yaitu suhu, cahaya, tanah, dan air.

    a. Suhu

    Suhu merupakan faktor penting dalam proses kehidupan tanaman. Hal ini karena semua proses biokimia tanaman sangat dipengaruhi oleh suhu. Supaya tanaman cabe dapat tumbuh dengan baik, suhu ideal untuk pertumbuhannya harus dipenuhi. Tanaman cabe secara umum dikenal sebagai tanaman sayuran yang dapat tumbuh dalam rentang suhu yang cukup luas, yakni pada kisaran 15-32 derajat Celcius. Berdasarkan hasil penelitian, suhu optimum tanaman cabe berkisar antara 24-30 derajat Celcius.

    b. Cahaya

    Cahaya memiliki pengaruh tidak kalah pentingnya dengan suhu. Cahaya merupakan sumber energi bagi proses fotosintesis tanaman. Tanaman membutuhkan cahaya yang cukup untuk mendapatkan pertumbuhan yang sehat dan pembentukan buah yang maksimum selama masa produksinya. Pada tanaman cabe pada umumnya, cahaya yang dibutuhkan selama 12 jam/hari (berbeda sesuai varietas), sedangkan untuk tanaman cabe dalam wadah/pot, kebutuhan cahayanya dapat direkayasa sesuai kebutuhan, bisa juga dengan menambahkan naungan seperti paranet. Naungan ini sifatnya mengurangi intensitas matahari yang terlalu tinggi. Dengan begitu, cahaya yang dibutuhkan tanaman cabe akan tetap sesuai dengan kebutuhannya.

    c. Tanah

    Fungsi tanah bagi tanaman tidak hanya menyediakan unsur-unsur mineral, tetapi juga sebagai tempat berpegang dan bertumpunya tanaman agar dapat tumbuh tegak.

    Bertanam cabe dalam pot pada dasarnya sama dengan bertanam cabai di lahan pekarangan. Pilihlah tanah yang gembur, berasal dari lapisan atas tanah, dan mampu mengikat cukup air.

    Media tanah yang baik adalah campuran tanah humus, sekam padi dan pupuk kandang fermentasi dengan komposisi 1:1:1.

    pH tanah ideal yang dibutuhkan tanaman cabe berkisar antara 4,5-7. Untuk pH tanah yang terlalu rendah (asam) dapat dinaikan dengan menambahkan kation basa seperti kalsium oksida (Cao) atau lebih populer dengan sebutan kapur dolomit. Sebaliknya, pH tanah terlalu tinggi (basa) dapat menambahkan unsur belerang (sulfur). Tanah yang digunakan sebagai media tanam sebaiknya remah atau poros. Dengan tanah yang poros perakaran akan mudah untuk melakukan proses respirasi (pernapasan).

    d. Air

    Bagi tanaman, air tidak hanya berfungsi sebagai sistem pelarut sel tanaman, tetapi juga sebagai media pengangkutan unsur-unsur makanan di dalam tanah. Karena itu air, air sangat diperlukan dalam proses pertumbuha tanaman. Air yang digunakan sebaiknya bebas polutan dan berkadar garam rendah. ph air yang optimum pada tanaman cabe berkisar antara 5-7, dengan kelembababn udara 70-80%. Tanaman cabe lebih menyukai kelembababn rendah daripada kelembaban yang tinggi.


    B. Pembibitan

    a. Memilih Benih Berkwalitas

    Memilih benih cabe berkwlitas dilakukan agar tanaman cabe dapat tumbuh dengan dan produktip. Benih cabe bisa diperoleh di kios-kios pertanian atau di toko-toko yang menjual tanaman holtikultura. Gunakan benih yang masih dalam masa pemakaian (belum kadaluarsa). Semakin baru bibit tersebut, daya tumbuhnya akan semakin baik (germinasinya tinggi).

    Billa ingin mendapatkan benih dari biji buah cabe langsung, pilihlah biji yang berasal dari buah yang besar, sehat, dan matang. Umumnya buah cabe yang matang berwarna merah tua. Belah biji memanjang, kemudian keluarkan dan pilih biji yang baik. Biji hasil seleksi kemudian di keringkan dengan cara di angin-anginkan.

    b. Perlakuan Benih

    Untuk mempercepat tumbuhnya benih, Sebelum di semaikan, benih diperlakukan dengan cara merendamnya dengan air hangat selama 24 jam, biji yang terapung dibuang, sedangkan biji yang tenggelam digunakan sebagai benih. Untuk mengurangi patogen atau penyakit yang mungkin terbawa bersama biji lakukan perendaman selama 10 menit dengan larutan fungisida golongan sisitemik supaya patogen/penyakit yang menempel mati. Benih yang ditanam harus mempunyai bentuk, ukuran, dan warna yang seragam, bersih, dan tidak keriput.

    c. Penyemaian benih

    Proses penyemaian benih bisa dilakukan dengan menggunakan wadah kayu, pot, atau baki (try) dengan ukuran menyesuaikan dengan kebutuhan. Media yang digunakan bisa berupa campuran kompos, pasir, dan pupuk kandang fermentasi atau cocopeat murni. Permbandingan antara kompos, pasir, dan kotoran ternak fermentasi 1:1:1.

    Tebal media penyemaian minimal 10 cm. Sebelum disemai, benih dibasahi terlebih dahulu menggunakan air. Selanjutnya benih ditaburkan di atas media penyemaian dengan jarak dengan jarak kurang lebih 3-5 cm, kemudian ditutup tipis dengan media semai. Penyiraman media penyemaian bisa menggunakan sprayer. Media semai cukp disiram satu hari sekali. Namun bila cuaca cukup panas, penyemaian benih dapat disiram hingga dua kali sehari. Selama masa penyemaian, harus dihindari kontak langsung benih dengan cahaya matahari. Pemakaian pupuk yang berlebihan harus dihindari saat bibit masih di penyemaian. Bila proses penyemaian berjalan baik, dala 4-5 hari bibit cabai akan mulai berkecambah. Setelah berumur 4 minggu, bibit sudah dapat dipindahkan kedalam polybag kecil.

    C. Penanaman bibit dalam Pot/Polybag

    a. Persiapan Pot Tanam

    Untuk melakukan penanaman cabe dalam wadah, yang perlu diperhatikan adalah diameter dan kedalaman wadah, hal ini terkait dengan perakaran cabe yang menyebar menembus cukup dalam antara 30-50 cm. Pot yang baik adalah yang memenuhi kriteria berikut :

    1. Mampu mendukung perkembangan perakaran.
    2. Bagian bawah pot harus berlubang untuk merembeskan air berelebih.
    3. Dasar pot dipilih yang berkaki untuk membantu aerasi dan drainase.
    4. Tidak terlalu berat agar mudah dipindahkan.
    5. Tidak mudah lapuk dan pecah.
    6. Dinding pot harus mampu merembeskan air dan udara keluar agar suhu tanah tetap stabil.

    Jenis pot yang dipakai dapat berupa pot tanah liat, pot plastik, pot porselin, pot semen, pot ban bekas, pot kaleng bekas dan pot anyaman bambu. Beberapa jenis pot ini tidak memiliki sifat pot yang baik sehingga pada siang hari yang panas, suhu pot cepat naik dan tanaman menjadi layu. Karena itu, beberapa jenis pot perlu dilubangi didindingnya.

    b. Persiapan Media Tanam

    Sebelum bibit ditanam kedalam wadah/pot, media tanam berupa campuran pupuk kandang dan tanah atau kompos harus dipersiapkan terlebih dahulu. Mengisi tanah di dalam pot bisa dilakukan sebagai berikut :

    1. Tutup lubang pot bagian bawah dengan pecahan genteng.
    2. Isi dasar pot dengan kerikil dan pasir kasar untuk membantu aerasi dan drainase.
    3. Masukkan tanah ke dalam pot dan jangan dipadatkan.
    4. Siram dengan air secukupnya agar tanah menjadi mapan.

    Bibit yang baru dipindahkan kedalam wadah/pot sebaiknya diletakkan ditempat yang teduh atau tidak terkena cahaya matahari langsung selama 2-3 hari.


    D. Pemupukan

    Pemupukan bertujuan menyediakan unsur hara ynag dibutuhkan oleh tanaman. Di dalam tanah sebenarnya telah tersedia unsur hara tetapi dalam jumlah yang tidak mencukupi untuk pertumbuhan tanaman secara maksimal. Dengan pemberian pupuk, tanaman dapat tumbuh pesat sehingga dapat cepat berbunga dan berbuah. Pupuk yang dugunakan untuk tanaman cabe dapat berupa pupuk organik (alami) atau anorganik (buatan).

    Unsur N diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif. Bila tanaman terlalu banyak mendapat unsur N, tanaman akan tumbuh terlalu subur sehingga sulit menghasilkan bunga. Unsur P diperlukan untuk pertumbuhan generatif tanaman, yakni mendorong pembentukan dan pertumbuhan bunga dan buah. Sementara unsur K sangat diperlukan dalam membentuk dan mengirim (transportasi) karbohydrat, mengatur kebutuhan air yang dibutuhkan jaringan tanaman, dan mendorong daya serap air. Unsur K sangat menetukan produktifitas tanaman dalam menghasilkan buah, baik jumlah atau mutunya.


    E. Penyiraman

    Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari,karena pada sing harinya tanaman banyak membutuhkan air untuk proses fotosintesis. Penyiraman sebaiknya dilakukan sebelum jam 09.00 pagi.
    F.PASCA PANEN 
     Lakukan perawatan sampai panentiba hingga lombok bisa di konsumsi sebagai sumber gizi dan vitamin keluarga
     SELAMAT MENCOBA....!!!!
    YUSUF M.TOP 
    PENULIS ADALAH KETUA.KELOMPOK TANI PEKSI KUTILANG,PEMERHATI LINGKUNGAN & ORANG PINGGIRAN

    Rabu, 02 Februari 2011

    KAMPUNG_Q - SURGA_Q



    NIKMATI PANORAMA KAMPUNG_Q
    NDESO-TAPI AYIK TO....!!!

    SUEJUK...REK...!!!
    Mejeng karo petani asyik bangets....!!!
    BANKITLAH KAMPUNG_KU - DAMAILAH DESA -_KU...!!!!

    Jumat, 28 Januari 2011

    KEGIATAN KELOMPOK TANI PEKSI KUTILANG DALAM PROGRAM SLPTT TH.2010

     KEKAYAAN YANG TAKTERNILAI DDIKAMPUNG ADALAH...KEKOMPAKAN DAN KEGOTONG ROYONGAN
    MUSYAWARAH DAN MUFAKAT CIRI KHAS DARI KAMPUNG-KU


       KEAUKSESAN BISA KITA RAIH DENGAN DO'A,KEMAUAN DAN KERJA KERAS..!!!
    MENERIMA DAN MENSYUKURI APA YANG TELAH TUHAN BERIKAN KEPADA  KITA...BUKAN BERARTI KITA HARUS BERHENTI BERUSAHA DALAM MERAIH CITA-CITA.!!
    AKU BANGGA JADI ANAK KAMPUNG...!!!

    Senin, 17 Januari 2011

    DANA SOSIAL SAHABAT TANI

       Dalam pertemuan rutin yang ke 24 tgl 8 Januari 2011 bertempat di GUBUK TANI POKTAN PEKSI KUTILANG,muncul sebuah gagasan baru dari semua anggota yang aktif untuk perlunya diadakn DANA SOSIAL TANI yg digunakan sebagai wujud rasa cinta kasih dan kepedulian kelompok tani PEKSI KUTILANG kepada anggota yang membutuhkan dan perlunxa pertolongan,,DANA SOSIAL TANI ini di berikan kepada anggota kelompok secara keseluran baik yang AKTIF maupun yang pasih dan secara umum bisa diberikan kepada semua petani se wilayah kerja POKTAN PEKSI KUTILANG.
       Adapun DANA SOSIAL TANI ini diberikan kepada anggota yang membutuhkan seperti PETANI  EKONOMI LEMAH,sakit perlu rujuk ke Dokter,Rumah sakit,Melahirkan,Operasi,Beasiswa bagi anak tani yang tidak mampu,Bedah rumah dll
      Besarnya dana yang diberikan tentunya diberikan menurut kebuthan dan kemampuan  keuangan kelompok,berkisar RP.150.000 S/D RP.1 JUTA,Adapun sumber pendanaan di ambil dari,sumbangan sukarela anggotA,donatur,dan sisa hasil usaha kelompok yang selama ini telah dilakukan.tentunxa peluncura dana sosial yang kita rintis ini masih banyak perlu penyempurnaan dan kepedulian dari semua fihak gar keluarga petani diwilayah kerja POKTAN PEKSI KUTILANG bisa meraih KESEJAHTERAAN DARI SEMUA LINI KEHIDUPAN.
      Kritik,saran,kepedulian anda semua kami nantikan demi kemajuan kita bersama
    Penulis : Yusuf Sugiyono,ket.kelpk.tani peksi kutilang